Rapat Video Conforence melalui aplikasi zoom meeting

Rambai – 24 april 2020. Rapat terbatas terkait sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui vidio conference (vidcon) bersama camat, kepala desa dan lurah se Kota Pariaman di ruang rapat Walikota Pariaman.

Rapat itu dipimpin langsung oleh Walikota Pariaman Genius Umar didampingi Sekdako Pariaman Fadli, Kepala DPMDes Efendi Jamal, Kepala Dinas Sosial Afnil, Kepala Dinas Kominfo Hendri dan Kepala BPKPD Buyuang Lapau. untuk melakukan evaluasi total terhadap penanganan covid-19, terutama mengenai Sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pariaman. yaitu perihal :

  • Pemerintah Kota Pariaman jauh hari telah melakukan pembatasan aktifitas kantor dengan cara work from home (WFH) dan meliburkan anak-anak sekolah.
  • Kemudian menghimbau kepada para perantau kami harapkan, langsung melakukan isolasi mandiri dirumahnya. Kepala desa melaporkan kepada camat dan BPBD jumlah perantau yang datang.
  • Selain itu, berdasarkan keputusan MUI, kita juga menghimbau masyarakat untuk menghentikan sementara waktu kegiatan keagamaan ditempat ibadah mesjid dan mushalla, melaksanakan sholat jumat dan taraweh berjamaah dirumah masing-masing.
  • Membatasi kegiatan sosial budaya, politik, hiburan, akademik, kecuali kitanan, pernikahan di kantor KUA dan pemakaman serta takziah bukan karna covid-19 dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.
  • Selain itu, karena di PSBB ini masyarakat berada dirumah dan ekonominya terganggu maka pemerintah mengeluarkan beberapa bantuan yaitu bantuan BDT dari Kemensos, Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian dari pemerintah provinsi bantuan uang tunai, sisanya orang yang tidak mendapat bantuan nanti dari desa dan pemerintah kota yang akan membantu.

“Dari total penduduk Kota Pariaman berjumlah 25 ribu KK, Yang berhak menerima kecuali PNS, TNI, Polri dan pensiunan serta orang yang digaji oleh BUMN/BUMD dan kepala desa dan perangkat. dikeluarkan dari program bantuan ini. Bantuan yang berasal dari desa tersebut akan dibuat dengan bantuan langsung tunai sebesar Rp 600 ribu perorang disalurkan melalui rekening”, tegas Genius.

Data penerima bantuan tersebut akan dicek oleh tim verifikasi pendataan masyarakat penerima bantuan dampak covid-19 oleh Dinas Sosial Kota Pariaman sehingga diharapkan tepat sasaran dan tidak ada lagi warga desa yang tidak menerima bantuan kecuali orang yang mampu tersebut.

Sekitar 30 persen dari anggaran dana desa tersebut bisa kita gunakan untuk menangani covid-19 dan membantu waraga kita selama tiga bulan kedepan “, pungkasnya lagi.

Semua itu tidak bisa terwujud tanpa peran yang sangat luarbiasa dari kepala desa dan lurah. Kita harapkan camat, kepala desa dan lurah di empat kecamatan secara bersama mensosialisasikan PSBB ini ditengah-tengah masyarakat “, tutupnya mengakhiri. (erwin)

Begitulah isi dari rapat tentang penanganan covid-19, terutama mengenai Sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pariaman.

          

Facebook Comments

Leave a Reply